sepeda sepeda di Merajut Bambu Seribu Candi, Magelang 9-29 April 2012

May 10, 2012

This slideshow requires JavaScript.

merajut bambu seribu candi digelar 9-29 april di borobudur, di desa wanurejo dan tegalarum. merangkai semangat, merangkai lokalitas, merangkai keinginan untuk mencintai indonesia…

kehadiran sepeda di merajut bambu seribu candi adalah berbagi rasa bagaimana dengan sepeda kita mencintai bumi, seperti semangat bagaimana material bambu diserap di sini.


“hamemayu hayuning bhawana kanthi ngonthel”

March 24, 2012

berakar dari sebuah falsafah lama Jawa, yaitu “hamemayu hayuning bhawana” yang kurang lebih menjaga kelestarian bumi. sejalan berjalan waktu, tentu bumi juga semakin menua, sudah tentu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk turut menjaga kelestarian bumi ini demi keberlangsungan anak cucu kita semua. dengan bersepeda, kita usahakan bersama kelestarian bumi.

Kita jadikan bersepeda bagian hidup kita dalam bertransportasi, sebagai gaya hidup kita, sebagai rutinitas kita dengan bertujuan mengurangi emisi bahan bakar fosil yang tidak terbaharui dan semakin menipis. Bersepeda sebagai wujud aktif cinta terhadap lingkungan.

Komunitas Sepeda Onthel Lawas Solo (SOLO) memberikan dukungan untuk Kampanye Hemat Energi Earth Hour 2012, yaitu bersepeda dan mematikan listrik yang tidak digunakan pada tgl 31 Maret 2012, mulai pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat.


anak dewa, ber KTP Solo

March 21, 2012
Image

hercules 01

Image

hercules 02 emblem depan

Image

hercules 03

Image

hercules 04 emblem belakang

Image

hercules 05 nomor rangka AC1066??

Image

hercules 06 anak kunci

Image

hercules 07 supitan belakang

Image

hercules 08 pedal

Image

hercules 09 3 speed

setelah sekian waktu tersembunyi diantara riuh opini apakah hercules ini dibuat di inggris atau di malabar (india) ada fakta yang memang begini adanya, mungkin rekan-rekan di sini jutru akan lebih bisa menjelaskan bagaimana mengenai hercules 24″ di atas. sebuah sepeda dengan petunjuk toko Tik Swie Hien dari Pasar Besar Solo 18.

photo by boocan.


[Sepeda Onthel Lawas Solo] >> klasik project 2011

March 21, 2012


CAGAR BUDAYA: Anak Muda Pelihara Cagar Budaya

March 9, 2012

Selasa, 21/2/2012

Tjojoedan, sekarang Jl. Yos Sudarso 1937, Asia Maior
Sepeda menjadi saksi perjalanan waktu kota Solo

Belasan sepeda tua yang berjajar di depan gerbang Balaikota Solo tiap Sabtu malam itu belum seberapa banyak. Sekilas, para pemiliknya hanya bersantai di samping sepeda-sepedanya layaknya ratusan anak muda lain di sekitar mereka. Namun di balik itu, ada yang jauh lebih berarti bagi mereka di balik sepeda tua itu.

Sepeda tua bukan seperti sepeda fixie atau sepeda angin biasa. Bagi mereka, sepeda tua itu telah menjadi alat gerakan pelestarian sejumlah kawasan dan bangunan bersejarah yang terhampar di Kota Solo. Dengan sepeda tua, mereka mengajak orang untuk mengenal dan peduli bahwa kota ini punya ratusan jejak sejarah yang terlupakan.

“Selain bersenang-senang dengan sepeda tua, kita ingin mempromosikan kota. Kota ini punya banyak sekali tempat bersejarah, tapi banyak dari kita yang tidak kenal,” kata Dian Ariffianto Budi Susilo, arsitek yang selama ini dikenal sebagai Ketua Onthelis Solo, Sabtu (18/2/2012) malam.

Berawal dari kegemaran berjalan-jalan dengan sepeda, tercetuslah ide untuk ikut serta dalam pelestarian bangunan dan kawasan cagar budaya. Dengan sepeda tua, mereka menelusuri kota dan blusukan ke kawasan-kawasan tua. Di Solo, ada banyak objek yang biasa mereka kunjungi, mulai dari bangunan tua, museum, pasar-pasar tua, kampung batik, kampung-kampung perajin blangkon, sandal kulit hingga tak lupa mengunjungi kawasan bantaran sungai.

Saat berkunjung inilah mereka menemukan banyak hal. Berbincang dengan para penduduk setempat dan berbagai literatur membuat mereka bukan hanya tahu tentang sejarah, tapi juga masalah perkotaan yang kini mengancam. Misalnya bangunan-bangunan yang terancam rusak dimakan usia, kampung yang terdesak modernisasi dan terhimpitnya sepeda atau becak oleh kendaraan bermotor.

“Dalam pelestarian heritage, arahnya adalah sejarah, budaya dan transportasi,” ujar Dian. “Sepeda tua itu merekam sejarah. Mereka datang ke sini dibawa oleh orang kolonial dan mengenal teknologi sepeda jauh sebelum kita.”

Begitulah mimpi tentang kota tua dan sepeda itu berasal. Bukannya ingin mengembalikan kenangan lama, namun sepeda itu menjadi simbol pelestarian cagar budaya. Berbagai ritual pun dilakukan seperti bersepeda ke tempat-tempat tua, Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti dan bahkan makam Bonoloyo. Untuk melestarikan tradisi Jawa, mereka pun menggabungkannya dengan tradisi sepeda. Setiap tahun menjelang Suro, mereka melakukan ritual jamasan sepeda tua di depan Balaikota. Bukan bermaksud macam-macam, mereka hanya menunjukkan penghargaan pada sepeda tua yang bersejarah.

Aktivitas itu pelan-pelan dikenal luas oleh masyarakat di luar Solo. Melalui berbagai forum online, banyak pecinta jejak sejarah yang tertarik dengan aktivitas ini dan menyempatkan diri datang ke Solo. Salah satunya adalah tiga orang Belanda yang belum lama ini datang ke Solo. Para onthelis ini memang sudah menyiapkan “paket perjalanan” bagi orang Belanda tersebut berkeliling kota. Dengan naik sepeda, mereka diantar bersama ke berbagai pusat kesenian, kampung batik Laweyan, Kauman dan sebagainya.
“Jadi kita tunjukkan bahwa memelihara heritage itu simpel dan enggak berat.”

…………………………….

JIBI/SOLOPOS/Adib Muttaqin Asfar
Adib Muttaqin Asfar

sumber :

http://www.solopos.com/2012/lifestyle/fokus-lifestyle/cagar-budaya-anak-muda-pelihara-cagar-budaya-164299

juga bisa dilihat di

http://www.harianjogja.com/2012/lifestyle/fokus-lifestyle/cagar-budaya-anak-muda-pelihara-cagar-budaya-164299


Sepeda Onthel Lawas Solo proudly commited to 60″ earth hour

February 25, 2012

60 earth hour @SOLO

60 earth hour @SOLO

60 earth hour @SOLO


Grandpa & Bicycle

February 10, 2012

This is a traditional 2D hand-drawing animation film. Synopsis: After the little girl took the bus, her grandpa found his granddaughter didn’t carry her wallet with her. So grandpa jumps on his old bicycle and tries very hard to deliver the wallet to his granddaughter. This is the love which can melt the generation gap.


The first Bicycle Motocross film – (1957 oldschool BMX) – Amersfoort, Netherlands

February 10, 2012

This is a short clip of what probably is the first bicycle motocross action captured on film.
With this new piece of evidence the History of BMX has now been rewritten.
Bicycle motocross was born in the Netherlands.
It was filmed in 1957 in Amersfoort – Netherlands.
This film was shown to public for the first time at the “2009 Old School BMX Reunion” at Slagharen, Netherlands and posted online at Fatbmx on 2009/10/22.


sosialisasi Zona Selamat Sekolah [ZOSS] dan bersepeda ke sekolah

February 9, 2012
anak anak pun antusias dengan sepeda lawas anak anak

anak anak pun antusias dengan sepeda lawas anak anak

Untuk memberikan pendidikan dan menanamkan kedisiplinan dalam berlalu lintas sejak dini, Pemerintah Kota Surakarta dalam hal ini Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta melaksanakan Sosialisasi Zona Selamat Sekolah (ZOSS) di Al-Abidin International Islamic School, Kamis (9/2).

Acara ini menjadi lebih spesial karena selain dari Dishubkominfo, materi juga disampaikan oleh pegiat Komunitas Sepeda Onthel Lawas Solo. Murid-murid yang mengikuti sosialisasi ini berjumlah 128 anak. Mereka semua adalah murid kelas satu SDII Al-Abidin.

Materi yang disampaikan antara lain mengenai cara menyeberang yang baik, menggunakan pelican crossing, kewajiban menggunakan helm, dan lain-lain. Peserta juga diajak untuk kembali menggunakan sepeda dalam bersekolah. Sebab naik sepeda lebih aman, nyaman, sehat, keren,gaul, dan ikut mengurangi polusi udara.

Materi disampaikan dengan dua cara, teori di dalam ruangan dan praktek di luar ruangan. Setelah materi disampaikan di dalam ruangan, murid-murid diajak keluar untuk mengikuti materi di luar ruangan. Telah disiapkan matras yang menyerupai ZOSS. Dalam sesi ini, murid-murid diajak untuk mempraktekkan materi yang sebelumnya disampaikan.

praktik lapangan zona selamat sekolah oleh dishubkominfo Surakarta

Dalam materi sesi kedua ini, Zeta (Zebra Sahabat Kita) juga ikut menemani pemateri dalam memberikan pengertian dan pendidikan berlalu lintas. Bagi para murid yang diberi perntanyaan akan mendapatkan hadiah spesial dari Dishubkominfo Solo berupa tiket bus tingkat Werkudara.

sumber:

http://surakarta.go.id/id/content/sosialisasi.zoss.di.al.abidin.html


gong xi fa cai

January 23, 2012


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,774 other followers