1948 – 1949 sebanyak 150.000 sepeda datang di Indonesia

March 3, 2014


549095_583328345093823_107309524_n

 

BKST : Balai kajian sepeda tua
TAUKAH ANDA TAHUN 1948 – 1949 ADALAH SALAH SATU TAHUN IMPOR SEPEDA KE INDONESIA DENGAN JUMLAH YG SANGAT BESAR :

150.000 BUAH SEPEDA !!!!!!!!!
SEJUMLAH 35 RIBU SUDAH DATANG DI AKHIR TAHUN 1948 ,

PADA BULAN JANUARI 1949 DIHARAPKAN 20 RIBU ,

50 RIBU DIHARAPKAN FEBRUARI, …ENTAH SISANYA KAPAN.

50 RIBU DARI JUMLAH TERSEBUT untuk Jawa Barat , Kalimantan Barat , Palembang , Banka dan Billitong.
50 ribu untuk petugas pemerintah , sebagai untuk petugas batavia.

sumber : De locomotief : Samarangsch handels , 06-12-1948.
lihat kotak merah


Usung Onthel, Ronny Hartono Puncaki 13 Gunung!

July 15, 2013

Ronny1-370x285[1]

Luar biasa! Tak hanya mengusung ransel, Ronny Hartono turut memanggul sepeda onthel kesayangan saat mendaki gunung.

Hingga saat ini 13 puncak gunung berhasil ia jelajahi bersama onthel kesayangan yang ia beri nama Pertiwi Nusantara.

Ronny saat berkunjung ke SOLOPOS di Griya Solopos , Jl Adisucipto 190, Solo, Minggu (9/6/2013) mengungkapkan ke-13 gunung itu meliputi Gunung Gede Pangrango, Gunung Ceremai, Gunung Guntur di Jawa Barat.

Selain itu Gunung Slamet, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, Gunung Lawu di Jawa Tengah, Gunung Arjuno di Jawa Timur. Gunung Agung di Bali, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat dan Gunung Kerinci pun sukses ia daki.

Bagi pria lajang yang merupakan anggota Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) itu 13 gunung belumlah cukup. Ronny bertekad memuncaki 17 gunung bersama Pertiwi Nusantara.

“Targetnya, sebelum 17 Agustus 2013, 17 puncak gunung.”

Ia yang akan memeringati hari ulang tahunnya ke-35 pada 17 Agustus itu ingin memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) karena itu merupakan “kado” yang ia impikan selama ini.

Lebih lanjut pria yang berdomisili di Kendal itu megutarakan saat mendaki gunung bersama onthel kesayangannya cuaca dan medan yang sulit adalah tantangan berat yang harus ia tahlukkan. Seperti yang ia lakoni pada 7 Juni 2013 saat menuju puncak Gunung Lawu di Jawa Tengah.

“Kemarin waktu pendakian ada kabut tebal dan track jalan cukup sulit untuk dilewati tapi meski begitu akhirnya sampai [puncak] juga dan pada 8 Juni sudah sampai ke bawah,” ungkapnya.

Ia menambahkan terkadang ia menunggangi onthel-nya saat menjumpai medan datar namun ia lebih sering mengusungnya.

Ronny mengaku saat mendaki gunung ia biasa berkoordinasi dengan pecinta alam di daerah yang ia kunjungi. Seperti saat mendaki Gunung Lawu, ia ditemani tiga anggota Anak Solo Pecinta Alam (Asuta) yakni Agus, UUk dan Bontos.

Di sisi lain cerita yang mengundang tawa tak luput tertoreh dalam kisah perjalanannya menyusuri puncak 13 gunung.

“Jadi saat sampai di puncak gunung banyak orang di situ ingin berfoto. Namun kadang bukan bersama saya karena mereka lebih ingin berfoto bersama onthel saya,” ungkapnya terbahak.

source: http://www.solopos.com/2013/06/09/usung-onthel-ronny-hartono-puncaki-13-gunung-413977


onthel + jaladara = duet maut

March 23, 2013

 

Jaladara, kereta uap berbahan bakar kayu yang sekarang digunakan untuk mendukung pariwisata kota Solo, kembali di-launching. kali ini onthel menjadi cucuk lampah launching Jaladara tersebut


onthel masuk mall :p

March 23, 2013

hehe, kali ini rekan onthelSOLO bawa onthel masuk mall, dan ga cuma di ttempat parkir saja tapi sampe lantai 3 Solo Grand Mall…kali ini berkesempatan pameran di sana, sekaligus sosialisasi bersepeda, dan aksi keselamatan berlalu-lintas, dan pre-event buat ulang tahunnya Solo Car Free Day. Bersama maskot keselamatan lalu lintasnya kota Solo Zebra Zetta.

 

semoga sepeda semakin diberi ruang di kota Solo, mari tetap bersepeda…solo dari ujung ke ujung dari timur ke barat kurang lebih hanya 10km, dari utara ke selatan kurang lebih 7km, digowes naik sepeda paling banter setengah jam…kalo mungkin, mari bersepeda…dengan bersepeda kita menghemat emisi bahan bakar fosil, hemat duit buat beli bensil, sehat, lebih cepet kalo lagi macet. yang jelas naik sepeda ga kalah keren dengan naik kendaraan bermotor…


17 februari 2013, gowes kebak kramat

March 10, 2013

This slideshow requires JavaScript.

Akhirnya setelah sekian bulan susah sekali log in wordpress, bisa masuk juga :p. update dulu berita yang tertunda beberapa waktu lalu.

17 Februari 2013 lalu Sepeda Onthel Lawas Solo bersepeda ke Kebak Kramat, menghadiri tasyakuran 1 tahun komunitas Maeso Kencono. jamuan yang menyegarkan bersepeda berkeliling seputaran Kebak Kramat. Dihadiri beberapa komunitas dari Solo, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, menjadikan acara tersebut cukup meriah. Track yang dipilih juga sedemikian menarik, melintasi persawahan yang cukup segar di mata. Kebetulan sedang dipenuhi padi yang menghijau dan belum dipanen. Membuat jarak yang ditempuh selama kurang lebih satu setengah jam tidak terasa melelahkan.

Semoga tetap bersemangat untuk tetep bersepeda, makin rame dan gayeng.

Berikut beberapa rekaman lensa di acara tersebut.


the bicycle thief 1948

March 10, 2013

The Bicycle Thief
1948

Salah satu film terbesar yang pernah dibuat, Vittorio De Sica memperoleh Academy Award – The Bicycle Thief (Ladri di biciclette).

Balada pasca-perang Romawi yang melibatkan seorang ayah (Lamberto Maggiorani) dan anaknya yang masih kecil (Enzo Staiola) setelah sepeda sang ayah dicuri, perjalanan kisah yang terjadi kemudian memberikan kekuatan pada filmnya.

Dalam masa kemiskinan pasca-perang tersebut, sang bapak berharap untuk mendukung keluarganya yang tengah putus asa untuk memperoleh pekerjaan baru, lalu kehilangan sepeda, yang menjadi syarat utama untuk bisa bekerja.

Dan melakukan pencarian terhadap pencurinya. Dia mengajak putranya untuk melacak pencuri. Sederhana dalam cerita tapi kaya setting kemasannya, The Bicycle Thief menampilkan semua kekuatan terbesar dari gerakan film Neorealis di Italia: kejelasan emosional, kebenaran sosial, dan kejujuran brutal.

Dengan arstist Enzo Staiola kelahiran 15 Nov 1939 di Roma, Italia


echolocation untuk bersepeda

February 1, 2013

 

Mata adalah sesuatu yang kita andalkan saat mengendarai sepeda kita, Daniel Kish dari California mengendarai sepeda berdasarkan panduan suara. Daniel Kish, seorang tunanetra, pergi bersepeda di dalam kota maupun off road  dengan menggunakan metode yang disebut echolocation – yang secara efektif bekerja sebagai sonar. Sebagai wahana Kish sepeda sekitar dia membuat suara, dan pantulan suara tersebut yang kemudian digunakan sebagai penciptaan citra tiga dimensional, yang memungkinkan Kish untuk menciptakan citra lingkungannya. Sistem Kish memungkinkan dia untuk menggunakan telinganya sebagai matanya, mirip dengan kelelawar.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 104 other followers