Jaladara, kereta uap berbahan bakar kayu yang sekarang digunakan untuk mendukung pariwisata kota Solo, kembali di-launching. kali ini onthel menjadi cucuk lampah launching Jaladara tersebut
Jaladara, kereta uap berbahan bakar kayu yang sekarang digunakan untuk mendukung pariwisata kota Solo, kembali di-launching. kali ini onthel menjadi cucuk lampah launching Jaladara tersebut
hehe, kali ini rekan onthelSOLO bawa onthel masuk mall, dan ga cuma di ttempat parkir saja tapi sampe lantai 3 Solo Grand Mall…kali ini berkesempatan pameran di sana, sekaligus sosialisasi bersepeda, dan aksi keselamatan berlalu-lintas, dan pre-event buat ulang tahunnya Solo Car Free Day. Bersama maskot keselamatan lalu lintasnya kota Solo Zebra Zetta.
semoga sepeda semakin diberi ruang di kota Solo, mari tetap bersepeda…solo dari ujung ke ujung dari timur ke barat kurang lebih hanya 10km, dari utara ke selatan kurang lebih 7km, digowes naik sepeda paling banter setengah jam…kalo mungkin, mari bersepeda…dengan bersepeda kita menghemat emisi bahan bakar fosil, hemat duit buat beli bensil, sehat, lebih cepet kalo lagi macet. yang jelas naik sepeda ga kalah keren dengan naik kendaraan bermotor…
Akhirnya setelah sekian bulan susah sekali log in wordpress, bisa masuk juga :p. update dulu berita yang tertunda beberapa waktu lalu.
17 Februari 2013 lalu Sepeda Onthel Lawas Solo bersepeda ke Kebak Kramat, menghadiri tasyakuran 1 tahun komunitas Maeso Kencono. jamuan yang menyegarkan bersepeda berkeliling seputaran Kebak Kramat. Dihadiri beberapa komunitas dari Solo, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, menjadikan acara tersebut cukup meriah. Track yang dipilih juga sedemikian menarik, melintasi persawahan yang cukup segar di mata. Kebetulan sedang dipenuhi padi yang menghijau dan belum dipanen. Membuat jarak yang ditempuh selama kurang lebih satu setengah jam tidak terasa melelahkan.
Semoga tetap bersemangat untuk tetep bersepeda, makin rame dan gayeng.
Berikut beberapa rekaman lensa di acara tersebut.
The Bicycle Thief
1948
Salah satu film terbesar yang pernah dibuat, Vittorio De Sica memperoleh Academy Award – The Bicycle Thief (Ladri di biciclette).
Balada pasca-perang Romawi yang melibatkan seorang ayah (Lamberto Maggiorani) dan anaknya yang masih kecil (Enzo Staiola) setelah sepeda sang ayah dicuri, perjalanan kisah yang terjadi kemudian memberikan kekuatan pada filmnya.
Dalam masa kemiskinan pasca-perang tersebut, sang bapak berharap untuk mendukung keluarganya yang tengah putus asa untuk memperoleh pekerjaan baru, lalu kehilangan sepeda, yang menjadi syarat utama untuk bisa bekerja.
Dan melakukan pencarian terhadap pencurinya. Dia mengajak putranya untuk melacak pencuri. Sederhana dalam cerita tapi kaya setting kemasannya, The Bicycle Thief menampilkan semua kekuatan terbesar dari gerakan film Neorealis di Italia: kejelasan emosional, kebenaran sosial, dan kejujuran brutal.
Dengan arstist Enzo Staiola kelahiran 15 Nov 1939 di Roma, Italia
Mata adalah sesuatu yang kita andalkan saat mengendarai sepeda kita, Daniel Kish dari California mengendarai sepeda berdasarkan panduan suara. Daniel Kish, seorang tunanetra, pergi bersepeda di dalam kota maupun off road dengan menggunakan metode yang disebut echolocation – yang secara efektif bekerja sebagai sonar. Sebagai wahana Kish sepeda sekitar dia membuat suara, dan pantulan suara tersebut yang kemudian digunakan sebagai penciptaan citra tiga dimensional, yang memungkinkan Kish untuk menciptakan citra lingkungannya. Sistem Kish memungkinkan dia untuk menggunakan telinganya sebagai matanya, mirip dengan kelelawar.
Pak Tio, begitu namanya disebut. Mengungkapkan sudah dari tahun 60-an mengendarai sepeda ini. Sepeda pemberian ayahnya yang sudah dinaiki sejak beliau masih kanak-kanak. Penuturan beliau, dulu punya empat sepeda (tua) yang masing masingnya ada yang diberikan saudaranya maupun karyawannya. Yang tersisa hanya satu yaitu PFG M2000 ini.
Akhir tahun 1964 Fongers memproduksi Compact, sepeda lipat pertama Fongers yang harganya hampir 300 gulden. Pada tahun 1966, menyusul M66 dan M2000 pada tahun 1968, di tahun-tahun berikutnya. Pada model ini duduk disebut expa-tombol, dengan garpu yang bisa dilepas dengan cepat dari framenya.
Dari poster yang menawarkan PFG M2000, disebutkan:
Reformasi
Bawa pulang modern dan populer sepeda keluarga. Kursi dapat disesuaikan dan removable. juga dilepas: + garpu dengan roda kemudi dan spatbor dengan dilepas dengan sistem EXPAKNOP hanya dengan tangan. Dalam sekejap akan menjadi kokoh karena desain konstruksi yang unik. Dipasang dengan rem coaster, roda 22 x 1 1/2 x 1 3/8 (Mengendarai sepeda lebih enteng!), bagasi yang kuat, Frame berupa besi plat kotak balok melintang menghubungkan semua komponen: harga termasuk lampu, kunci dan standar, eksklusif keranjang dan pembawa roda. Juga tersedia dengan hub Torpedo Duomatic 2 dengan rem coaster. Pilihan: merah / abu-abu dan biru / abu-abu. Pada harga yang lebih rendah juga tersedia dengan garpu tetap dan removable / disesuaikan sadel dan stang.
referensi : http://www.fongers.net/19601970.htm
The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.
2013 kita jelang dengan tetap bersepeda…
Hamemayu hayuning bhawana kanthi ngonthel…