iklan STOKVIS di SOLO

December 7, 2008

stokvis-2-ok

stokvis-reklame

Pelan tapi pasti ontelis kota Solo mulai  menampakkan jati dirinya. Seperti  gera’an-gera’an ontelis dari daerah lainnya

ontelis kota Solo mulai rajin menjelajah pelosok kota mencari sepeda dan segala

sesuatu atributnya. Seorang pelaku pembongkaran sebuah toko tua  yaitu pak Totok belum lama ini menemukan

papan iklan sepeda dengan kondisi 90% masih bagus.

(tulisan ini diambil dari sepeda.wordpress.com. Buat teman-teman admin sepeda.wordpress.com sekalian minta ijin penayangan ulang, thanks)

Advertisements

SOLO bertandang ke Jogja

December 7, 2008

resize-of-01-upacara-dulu-pak

Upacara sebelum sepeda berkeliling Jogja

resize-of-06-masuk-ke-beteng-vredeburg

Sepulang muter-muter kota Jogja

resize-of-07-setelah-genjot-lesehan-dulu

Teman-teman SOLO istirahat setelah ikut bersepeda keliling Jogja

 

Dalam rangka turut memeriahkan acara ulang tahun PODJOK kedua, beberapa teman dari SOLO bertandang ke jogja. Selain bersepeda mengkampanyekan “JOGJA KEMBALI BERSEPEDA: Stop Global Warming, Save Our Planet”, acara klithikan juga tidak kalah menarik. Reuni antar onthelis dari berbagai daerah. Jamasan sepeda. Lelang sepeda. Lomba yel-yel, dan lomba kostum unik jadul turut digelar di acara ini.

Pameran dan rangkaian acara difokuskan di dalam Beteng Vredeburg depan Keraton Jogjakarta, salah satu saksi penjajahan Belanda di Indonesia. Tapiiiiii, jangan lupa Belanda juga yang banyak bawa sepeda tua untuk masuk ke Indonesia. Masa lalu untuk bercermin, dan masa sekarang adalah untuk berbuat lebih baik. Dengan sepeda onthel kita jaga bumi ini agar tetap lestari.

Sepeda Onthel Lawas Solo (SOLO)
Hamemayu hayuning bhawana kanthi ngonthel.


SOLO di Poster Session WHC

December 7, 2008

resize-of-poster-solo

 

Pada tanggal 25 Oktober 2008 SOLO diundang untuk mempresentasikan poster pada acara Poster Session pada World Heritage Conference. Poster-poster yang telah didaftarkan tersebut telah memasuki proses seleksi yang diikuti dari seluruh dunia dan kemudian akan dipasang selama acara WHC, dan disampaikan serta dipromosikan di acara Konferensi WHC.

Materi dari poster Sepeda Onthel Lawas Solo (SOLO) yang masuk juga disertai penjelasan singkat seperti berikut:

SOLO adalah akronim dari Sepeda Onthel Lawas Solo. Sebuah komunitas yang memilih sepeda tua (baca: lawas) sebagai media berkumpul yang beranggotakan terdiri dari berbagai disiplin dan latar belakang.

Adanya Sepeda Onthel Lawas Solo, selain sebagai ajang berkumpul dan berapresiasi juga mengajak masyarakat untuk lebih mengenal kotanya, berperan menjadikan kota yang lebih manusiawi, berkampanye untuk Solo kota budaya, green living (hemat energi, dan ramah lingkungan), mengenalkan budaya lokal dan bernostalgia dengan bersepeda ke obyek, situs budaya, baik yang tangiable maupun intangiable. SOLO juga bertujuan mendukung pariwisata kota Solo dengan turut mempromosikan aset wisata kota Solo.


SOLO dalam Jabat Erat Jelang Fitri

December 7, 2008

resize-of-cimg3664

Sepeda jadi dekorasi panggung

resize-of-cimg3714

Orkes Keroncong IBLIS nembang campur sari juga

resize-of-cimg3687

Janturan yang berisi agar kita mencintai budaya sendiri

resize-of-cimg3729

mas Aji dari Sepeda Onthel Lawas SolO [SOLO] menyanyikan lagu “Di Bawah Sinar Bulan Purnama”

 

 

masih dalam suasana bulan ramadhan 2008 kemarin tanggal 27 September 2008. Sepeda Onthel Lawas Solo (SOLO) masih bersemangat untuk tetap mengayuh sepeda. kali ini tidak sekedar nongkrong saja, tetapi juga turut meramaikan dengan kerja bareng Forum Mbarang Jantur, dan Panggung Tirtasari mengadakan malam seni di kampung Tirtasari, Solo dengan tema Jabat Erat Jelang Idul Fitri. Acara semakin meriah dengan tampilnya musik akustik The Sinergy’s, dance performance, keroncong Indonesia Bersama Leluhur Indonesia Sukses (IBLIS), Maeg O’Donoghue (Amerika).


Menyambut Ramadha ala Sepeda Onthel Lawas Solo (SOLO)

December 7, 2008

05-berkunjung-di-rumah-bapak-gesang

ketemu mbah gesang, SOLO foto bareng

01-membagi-pamflet-dan-telur-sahur

02-membagi-pamflet-kepada-pengguna-jalan

bagi-bagi pamflet kampanye bersepeda

 

Sepeda Onthel Lawas Solo dalam menyambut bulan Ramadhan mengikuti pambagian telur sahur bersama dengan Republik Aeng-aeng, Rumah Bento (OI Solo) di seputaran pusat kota Solo, yang tepatnya di bawah patung Slamet Ryadi depan Gapura Gladag Karaton Surakarta.

Selain acara pembagian telur sahur ramadhan. Dikuti juga acara berupa pembagian selebaran ajakan untuk kembali menggunakan sepeda tua. Pamflet yang disebarkan kepada para pengguna jalan berisikan

_________________________________________________________________________________

Sepeda Onthel Lawas Solo (SOLO)
hamemayu hayuning bhawana kanthi ngonthel

alasan-alasan kenapa memilih sepeda lawas:
– hemat energi, tanpa menambah energi untuk memproduksi lagi
– tidak menggunakan Bahan Bakar Minyak
– jarak tempuh dalam kota Solo yang relatif dekat/pendek
– turut menciptakan kota yang ramah dan manusiawi, mengurangi kendaraan bermesin.
– lebih banyak hal/suasana yang bisa dinikmati dengan melaju santai
– lebih sehat, melaju sambil olah raga

silakan bergabung bersama kami, ajak keluarga dan teman, melintasi SOLO kota budaya
dengan Sepeda onthel lawas.

_________________________________________________________________________________

Setelah acara pembagian telur sahur dan pamflet selesai, acara diteruskan dengan sowan (baca : mengunjungi) komposer ternama Indonesia yang tidak asing dengan lagunya Bengawan Solo, Bapak Gesang yang tinggal di kampung Kemlayan, Solo yang letaknya juga tidak jauh dari pusat kota Solo. Di rumah Bapak Gesang, SOLO Rumah Bento, dan Republik Aeng-aeng melakukan ramah tamah, sambil menikmati hidangan khas Solo serabi Notosuman, dan diikuti penyerahan kenang-kenangan foto kepada Bapak Gesang, foto bersama, dan juga penyerahan kenang-kenangan kepada Bapak Gesang.

Akhirnya bagi yang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, kami dari Sepeda Onthel Lawas solO (SOLO) mengucapkan selamat menjalankan dan semoga dengan ibadah puasa ini akan meningkatkan keimanan kita semua. Dan tetap terjaga kerukunan umat beragama dengan bersepeda.


upacara 17 agustus 2008 di SOLO

December 7, 2008

 

01-sebelum-upacara2

acara 17 agustus bagi Sepeda Onthel Lawas solO (SOLO) diisi dengan upacara bersama dengan satuan tukang sampah kelurahan kadipiro, tukang becak, pedagang sate ojek dan bakso, dan juga anak-anak Sekolah Dasar di kelurahan Kadipiro, Solo.

Upacara yang memang agak unik ini, sedikit berbeda dengan upacara bendera 17 agustus pada umumnya. tetapi khidmat dan nilai-nilai nasionalisme tetap terasa kental dengan pengibaran bendera dan nyanyian lagu Indonesia Raya yang dipimpin dirigen Sitta HS dari anggota Sepeda Onthel Lawas solO (SOLO) dan diikuti semua peserta upacara.

Setelah upacara selesai, Sepeda Onthel Lawas solO (SOLO) yang berpakaian batik melakukan keliling kota Solo melintasi Laweyan, Tipes, Kemlayan, Gading, dan beristirahat sejenak di Keraton Surakarta Hadiningrat. Rangkaian yang semakin mempertebal nasionalisme serta menghangatkan suasana dengan cara bersepeda.

MERDEKAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!


Sepeda Onthel Lawas Solo [SOLO] @ 08 08 08

December 3, 2008

 

 

Kepada seluruh onthelist se-Indonesia
Sebelumnya perkenankan saya memberitakan kabar gembira
bahwa telah terbentuk wadah atau komunitas untuk penggemar sepeda onthel lawas di Solo atau Surakarta, Jawa Tengah

Nama    : Sepeda Onthel Lawas SolO (SOLO)
Hari,tgl : Jumat, 08 08 ’08
Tempat : di Surakarta

Komunitas tersebut sangat terbuka bagi para onthelist khususnya yang berada di SOlo dan sekitarnya. Dan kami dengan senang hati akan menerima teman-teman yang akan bergabung dengan kami.

Kami dari SOLO mengharapkan keterbukaan tangan teman-teman onthelis seluruh Indonesia untuk turut meramaikan per-onthel lawas-an Indonesia untuk menerima kehadiran kami.

Semoga hadirnya kami mampu menambah warna, sekaligus mempererat tali persaudaraan antar onthelist seluruh Indonesia.

Sejauh dua bulan sebelum tanggal tersebut, kami sering nongkrong di halte depan kantor Poltabes Manahan Surakarta. Silakan bagi teman yang ingin bergabung atau ikut nongkrong untuk menyambangi kami di tempat tersebut setiap malam Minggu sekitar pukul 20.00an.