SOLO-JOGJA JAUH DI MATA DEKAT DI HATI

January 26, 2009

24-25 Januari 2009

 

Kereta prameks warna kuning cerah memasuki stasiun purwosari sekitar pukul 17.10 seperti perkiraan. Sementara di pintu gerbang kurang lebih 15 onthelis Sepeda onthel Lawas Solo [SOLO] telah menunggu kurang lebih setengah jam lalu. Tapi truk yang membawa sepeda-sepeda teman PODJOK belum juga datang. Semacam reuni kecil yang hangat dan santai, meskipun tanpa kursi dan meja.

Truk berisi sekitar 30an sepeda datang juga di Purwosari. Setelah semua sepeda diturunkan dan siap di atas onthel masing-masing dan sedikit salam selamat datang dari SOLO. sesuai rencana semula kita akan start ngonthel di Solo dari Purwosari ke beberapa titik sepanjang Jalan Slamet Ryadi yang terbentang kurang lebih 5km.

Gerimis agak sedikit membuat kulit mulai mengkerut. Tetap saja mencoba mengikuti rencana awal, Kita mulai mengayuh sepeda selepas adzan Magrib disuarakan. Dan gerimis berubah jadi hujan, semetara waktu Magrib nyaris berlalu. Dan rencana semula untuk singgah ke Taman Sriwedari di alihkan ke masjid Tiga serangkai, karena hujan yang semakin deras.

 

Agak lama menunggu, hujan tidak berhenti juga. Kita putuskan mengayuh sepeda di bawah rintik hujan, basahlah semua. Tujuan kami adalah wedangan angkringan di dekat pasar Kadipolo, dan ini juga karena hujan terlalu deras untuk menembus sampai Gladag. Meskipun ada beberapa kelompok yang terpecah karena hujan, akhirnya kita mengayuh sepeda bersama setelah semua peserta merasa cukup dengan wedangan. Dan singgah terakhir kita di depan Balaikota. tak kurang dari 150 sepeda tumpah di halaman Balaikota Solo. Semua onthelis dari PODJOK, KOBA, Mbah Klunthung dari Madiun, Pak Nugroho dari Batam, kota Solo dan sekitarnya.

Dihangatkan suasana dengan saling berkenalan, pembagian cendera mata, dan obrolan bermacam topik, dengan latar Pasar Gede yang dihias lampion mengingat esok Senin adalah hari tahun baru Imlek. Semakin menghangatkan saja.

Pukul 22.00 lewat, semua merasa cukup dan kita semua pun berangkat ke penginapan di Dawung wetan. Tapi tetap saja kita keliling Solo sebelum ke penginapan dengan mengayuh sepeda bersama.

 

Lelah, dan mata masih saja sulit terpejam meski malam larut.

 

Pagi pukul 06.30 semua yang berangkat dari rumah singgah siap berangkat ke Manahan. Dan peserta lainnya yang tidak berangkat dari Dawung wetan langsung menuju ke Mahanan.

Lebih banyak dari semalam, peserta menikmati hidangan khas Solo dan tembang Jawa dengan alunan siter. ehmmmmm aromanya kental sekali. Obyek selanjutnya Taman Balekambang di belakang Manahan, sambutan gerbang tinggi megah dan pepohonan asri, kolam luas, serta loncatan lincah menjangan di taman Balekambang. Tak sedikit gurauan yang memanggil menjangan di taman dengan sebutan Gazelle.

Kembali mengayuh menuju Taman kota Monumen 45 Banjarsari yang semula adalah Villa Park Belanda yang terletak di dekat Stasiun Balapan Solo, Pasar Legi, Mangkunegaran, Kestalan dan Stabelan. Tempat yang sangat erat kaitan dalam perjalanan sejarah di kota Solo ini.

 

Keraton Solo menjadi tujuan terakhir perjalanan ngonthel bareng di Solo. Dengan foto dan menyanyikan Bengawan Solo bersama sebagai salam perpisahan kami. Sampai ketemu lagi teman-teman onthelis semua, di Solo atau di manapun.


Perjalanan SOLO ke Ponorogo

January 5, 2009

 

 

SOLO di Ponorogo

SOLO di Ponorogo

24 des 2008 pukul 14.45

Empunya mobil mengabarkan kalau mobil tidak bisa dibawa ke ponorogo, karena ada berita dadakan musti ke batang. Sehingga yang rencananya berangkat pukul 16.00 terpaksa harus menyesuaikan. Saya coba kontak beberapa teman untuk bisa mencari mobil pengganti, dan sangat dimaklumi jika memang susah untuk dapat mobil pengganti dalam waktu kurang dari satu jam, mengingat hari rabu ini banyak juga yang mempersiapkan natal untuk hari kamis besoknya.

 

 

Akhirnya kita mendapat mobil suzuki pick up dari teman yang rumahnya di Jajar. Waktu terus berjalan, yang jadwal berangkat jam 16.00 musti mundur menyesuaikan. Sementara tenggat waktu datangnya kendaraan, saya mendapat kabar mas Fahmi sekjen KOSTI, Pak Teddy humas KOSTI dan Alfi baru saja mendarat di Adi SUmarmo, dan ternyata kendaraan yang menjemput teman-teman KOSTI juga kena macet dalam perjalanan Semarang ke Solo. Sehingga kita malah bisa ketemu di Markas Sepeda Onthel Lawas Solo di Manahan. Dan pada waktu yang sama di tempat lain (Gading, Solo) teman-teman SOLO yaitu pak Naryo, Novan, pak Darno masih menunggu datangnya mobil yang membawa rombongan ke ponorogo.

Mobil Suzuki pick up datang selepas isya. dan dari markas Manahan kita naikkan sepeda Mas Bayu, mas Deny Sumber, mas Deny Jajar, dan sepeda saya. untuk menjemput teman SOLO yang ngumpul di Gading. Akhirnya kita keluar dari Solo pukul 20.15 dan teman-teman pengurus KOSTI masih menunggu mobil di Markas Manahan.

Perjalanan malam menuju ponorogo, melalui wonogiri. bersama sepeda yang kita jajar di bak pick up dan selimut langit bertabur bintang. Sangat beruntung, malam itu tidak turun hujan. Dan hehehehe…. sampai wonogiri pukul 23.10 mobil berhenti karena radiator habis airnya, dan sekali lagi beruntung, kita berhenti di depan Rumah makan pak Eko yang ada kran airnya. Sejenak ngadem mesin dan mengisi air radiator. Bayangkan saja kita berhenti di tengah hutan wonogiri, bisa jadi santapan macan belang Auuuuuuuuuuuuuuuuuummmmmmm……kriuk..kriuk..kriuk… santap malam ceker Solo…

 

Setelah radiator dingin dan lepas dari hausnya, perjalanan malam kembali dilanjutkan. Dengan dingin yang semakin tebal, dan percakapan kami yang menjadikan hangatnya pick up berisi enam sepeda dan teman-teman SOLO. Semoga mas aji yang memegang setir tidak kantuk, itu yang menjadi salah satu topik kami, dengan diselingi obrolan ngalor-ngidul soal sepeda, beserta onderdil-onderdilnya.

Masuk ponorogo sekitar pukul 00.30an. Maksud kami langsung menuju mas Guntur kakak dari anggota SOLO yang berada di sekitar alun-alun Ponorogo. beberapa kali bertanya dan musti putar balik mobil, alhasil kami menemukan alamat yang dituju. Sayang, sepertinya panggilan telepon di ujung saja beberapa kali dicoba putus, pesan singkat juga sepertinya gagal. Sehingga kami bermaksud untuk segera mendaftar ke panitia kirab sepeda tua di alun-alun, dan ada juga karena teman ONJE dari jepara sudah beberapa kali memonitor posisi rombongan dari Solo. Tiba di alun-alun kami menuju panitia, dan ternyata sekretariat sudah tutup. Daripada bengong kami sekedar mengisi waktu dengan melihat barang di klithikan dan mengisi perut karena sedari berangkat ada beberapa teman yang belum sempat makan malam, dan tidak lupa menyapa teman onthelis yang sudah ada di gelanggang.

 

Kurang lebih pukul 02.00 handphone berdering, dan ternyata suara mas Guntur. Kami dipersilakan datang ke rumah, ternyata sedari malam mas Guntur ada di alun-alun dan handphone terpaksa ditinggal karena baterai drop. Dan begitu menerima pesan singkat dari SOLO, langsung saja kami ditelepon. Berangkatlah ke rumah mas Guntur setelah menyelesaikan makan malam kami.

 

Tiba di depan pintu rumah mas Guntur, mobil langsung masuk pekarangan dengan pintu gerbang kurang lebih 2,5 meter. Ehmmmmmm, nyaman…… itu yang dirasa teman SOLO semua, dengan kamar mandi yang airnya, teh hangat, dan tikar untuk tidur bersama, dan juga stop kontak untuk charge handphone sambutan yang bisa dikatakan sangat hangat. Memang agak susah untuk tidur karena terlalu senang dengan obrolan pagi itu, entah pukul berapa tapi kami coba untuk beristirahat mengingat pagi benar harus menuju alun-alun dan menggenjot sepeda kami nanti pukul 06.00 putar-putar ponorogo.

 

kopi pagi di rumah mas Guntur

kopi pagi di rumah mas Guntur

25 Desember di Ponorogo

Pukul 05.30 semua sudah terjaga dan semua bersiap dengan sepeda, costum, dandanan. Kopi hangat dengan kue juga sudah siap terhidang. Mas deni sibuk dengan tas sepedanya yang baru berdandan layaknya eyang guru seten, mas Novan sikat ban sepeda biar tambah putih dengan baju hitam, mas Deni sumber dan saya kembali dengan dandanan hitam putih….wuih kaya malaikat baik dan malaikat jahat hehehehehe….. pak Naryo dengan luriknya. dan pak Darno, mas Guntur, mas Guruh juga baju reog hitam-hitam.

BERANGKAAATTTTTTTTT!!!!!!!

 

SOLO keluar kandang

SOLO keluar kandangfoto bareng sambil bisik-bisik "Pak, nanti sepedanya buat SOLO saja ya..."ngonthel bareng di jalan Ponorogo

foto sambil bisik-bisik "Pak, nanti doorprize sepedanya buat SOLO saja ya."

foto sambil bisik-bisik "Pak, nanti doorprize sepedanya buat SOLO saja ya."

sepanjang jalan di Ponorogo

sepanjang jalan di Ponorogo

 

Bersepeda berkeliling ponorogo kali ini memang sangat menarik. Track yang dipilih panitia tidak hanya dalam kota saja, tapi juga blusukan kampung. Lumayan jwauh… Sepeda saya sendiri kena masalah di gear belakang. Tapi nyampe juga di alun-alun

Alun-alun pukul 9an.
Semua peserta “goyang duyu”…….

Giliran doorprize…. satu per satu terpanggil mengambil hadiah ke panggung. weeeeeeee… waktu door prize utama ternyata teman dari SOLO yang naik panggung. HOREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!

SOLO bawa oleh-oleh sepeda titihan pak bupati Ponorogo

SOLO bawa oleh-oleh sepeda titihan pak bupati Ponorogo

matur nuwun pak bupati dan rekan Ponorogo semua… buat foto barengnya dan sepedanya.

 

Perjalanan Solo-Ponorogo belum selesai. Sepulang dari alun-alun semua teman SOLO kembali ke rumah mas Guntur di Abimanyu. Sambil istrirahat dan menunggu waktu sholat dhuhur. Sepeda mulai dikemas dan dinaikkan ke bak belakang mobil.

 

hehehe mogok

hehehe mogok

 tariiiiiikkk maaaaang

tariiiiiikkk maaaaang

12.25 SOLO berpamitan dengan Mas Guntur sekeluarga. Rombongan SOLO bergerak menuju Solo dengan tambahan penumpang, Humber titihanipun pak Bupati Ponorogo. Berjalaaaaaaaaaaaaaaaaannnnn teruuuuuuuuuuuusssss. Kira-kira 10 km sebelum Purwantoro, tiba-tiba grek greeekkk greeekkkkk…. ada yang salah sama kendaraan… hehehehe musti ke bengkel terdekat deh dengan ditarik kendaraan ke Purwantoro.

 

bang, onderdilnya bisa diganti punya sepeda ga??

bang, onderdilnya bisa diganti punya sepeda ga??

Sampe akhirnya selepas Ashar mobil kembali bisa digeber ke Solo….Lumayan….. Akhirnya selamat sampai Solo.

Thanks Gusti Allah buat semuanya. Teman-teman semua yang membantu perjalanan SOLO ke Ponorogo kali ini yang tidak bia disebutkan satu-satu.