Perjalanan SOLO ke Ponorogo

 

 

SOLO di Ponorogo

SOLO di Ponorogo

24 des 2008 pukul 14.45

Empunya mobil mengabarkan kalau mobil tidak bisa dibawa ke ponorogo, karena ada berita dadakan musti ke batang. Sehingga yang rencananya berangkat pukul 16.00 terpaksa harus menyesuaikan. Saya coba kontak beberapa teman untuk bisa mencari mobil pengganti, dan sangat dimaklumi jika memang susah untuk dapat mobil pengganti dalam waktu kurang dari satu jam, mengingat hari rabu ini banyak juga yang mempersiapkan natal untuk hari kamis besoknya.

 

 

Akhirnya kita mendapat mobil suzuki pick up dari teman yang rumahnya di Jajar. Waktu terus berjalan, yang jadwal berangkat jam 16.00 musti mundur menyesuaikan. Sementara tenggat waktu datangnya kendaraan, saya mendapat kabar mas Fahmi sekjen KOSTI, Pak Teddy humas KOSTI dan Alfi baru saja mendarat di Adi SUmarmo, dan ternyata kendaraan yang menjemput teman-teman KOSTI juga kena macet dalam perjalanan Semarang ke Solo. Sehingga kita malah bisa ketemu di Markas Sepeda Onthel Lawas Solo di Manahan. Dan pada waktu yang sama di tempat lain (Gading, Solo) teman-teman SOLO yaitu pak Naryo, Novan, pak Darno masih menunggu datangnya mobil yang membawa rombongan ke ponorogo.

Mobil Suzuki pick up datang selepas isya. dan dari markas Manahan kita naikkan sepeda Mas Bayu, mas Deny Sumber, mas Deny Jajar, dan sepeda saya. untuk menjemput teman SOLO yang ngumpul di Gading. Akhirnya kita keluar dari Solo pukul 20.15 dan teman-teman pengurus KOSTI masih menunggu mobil di Markas Manahan.

Perjalanan malam menuju ponorogo, melalui wonogiri. bersama sepeda yang kita jajar di bak pick up dan selimut langit bertabur bintang. Sangat beruntung, malam itu tidak turun hujan. Dan hehehehe…. sampai wonogiri pukul 23.10 mobil berhenti karena radiator habis airnya, dan sekali lagi beruntung, kita berhenti di depan Rumah makan pak Eko yang ada kran airnya. Sejenak ngadem mesin dan mengisi air radiator. Bayangkan saja kita berhenti di tengah hutan wonogiri, bisa jadi santapan macan belang Auuuuuuuuuuuuuuuuuummmmmmm……kriuk..kriuk..kriuk… santap malam ceker Solo…

 

Setelah radiator dingin dan lepas dari hausnya, perjalanan malam kembali dilanjutkan. Dengan dingin yang semakin tebal, dan percakapan kami yang menjadikan hangatnya pick up berisi enam sepeda dan teman-teman SOLO. Semoga mas aji yang memegang setir tidak kantuk, itu yang menjadi salah satu topik kami, dengan diselingi obrolan ngalor-ngidul soal sepeda, beserta onderdil-onderdilnya.

Masuk ponorogo sekitar pukul 00.30an. Maksud kami langsung menuju mas Guntur kakak dari anggota SOLO yang berada di sekitar alun-alun Ponorogo. beberapa kali bertanya dan musti putar balik mobil, alhasil kami menemukan alamat yang dituju. Sayang, sepertinya panggilan telepon di ujung saja beberapa kali dicoba putus, pesan singkat juga sepertinya gagal. Sehingga kami bermaksud untuk segera mendaftar ke panitia kirab sepeda tua di alun-alun, dan ada juga karena teman ONJE dari jepara sudah beberapa kali memonitor posisi rombongan dari Solo. Tiba di alun-alun kami menuju panitia, dan ternyata sekretariat sudah tutup. Daripada bengong kami sekedar mengisi waktu dengan melihat barang di klithikan dan mengisi perut karena sedari berangkat ada beberapa teman yang belum sempat makan malam, dan tidak lupa menyapa teman onthelis yang sudah ada di gelanggang.

 

Kurang lebih pukul 02.00 handphone berdering, dan ternyata suara mas Guntur. Kami dipersilakan datang ke rumah, ternyata sedari malam mas Guntur ada di alun-alun dan handphone terpaksa ditinggal karena baterai drop. Dan begitu menerima pesan singkat dari SOLO, langsung saja kami ditelepon. Berangkatlah ke rumah mas Guntur setelah menyelesaikan makan malam kami.

 

Tiba di depan pintu rumah mas Guntur, mobil langsung masuk pekarangan dengan pintu gerbang kurang lebih 2,5 meter. Ehmmmmmm, nyaman…… itu yang dirasa teman SOLO semua, dengan kamar mandi yang airnya, teh hangat, dan tikar untuk tidur bersama, dan juga stop kontak untuk charge handphone sambutan yang bisa dikatakan sangat hangat. Memang agak susah untuk tidur karena terlalu senang dengan obrolan pagi itu, entah pukul berapa tapi kami coba untuk beristirahat mengingat pagi benar harus menuju alun-alun dan menggenjot sepeda kami nanti pukul 06.00 putar-putar ponorogo.

 

kopi pagi di rumah mas Guntur

kopi pagi di rumah mas Guntur

25 Desember di Ponorogo

Pukul 05.30 semua sudah terjaga dan semua bersiap dengan sepeda, costum, dandanan. Kopi hangat dengan kue juga sudah siap terhidang. Mas deni sibuk dengan tas sepedanya yang baru berdandan layaknya eyang guru seten, mas Novan sikat ban sepeda biar tambah putih dengan baju hitam, mas Deni sumber dan saya kembali dengan dandanan hitam putih….wuih kaya malaikat baik dan malaikat jahat hehehehehe….. pak Naryo dengan luriknya. dan pak Darno, mas Guntur, mas Guruh juga baju reog hitam-hitam.

BERANGKAAATTTTTTTTT!!!!!!!

 

SOLO keluar kandang

SOLO keluar kandangfoto bareng sambil bisik-bisik "Pak, nanti sepedanya buat SOLO saja ya..."ngonthel bareng di jalan Ponorogo

foto sambil bisik-bisik "Pak, nanti doorprize sepedanya buat SOLO saja ya."

foto sambil bisik-bisik "Pak, nanti doorprize sepedanya buat SOLO saja ya."

sepanjang jalan di Ponorogo

sepanjang jalan di Ponorogo

 

Bersepeda berkeliling ponorogo kali ini memang sangat menarik. Track yang dipilih panitia tidak hanya dalam kota saja, tapi juga blusukan kampung. Lumayan jwauh… Sepeda saya sendiri kena masalah di gear belakang. Tapi nyampe juga di alun-alun

Alun-alun pukul 9an.
Semua peserta “goyang duyu”…….

Giliran doorprize…. satu per satu terpanggil mengambil hadiah ke panggung. weeeeeeee… waktu door prize utama ternyata teman dari SOLO yang naik panggung. HOREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!

SOLO bawa oleh-oleh sepeda titihan pak bupati Ponorogo

SOLO bawa oleh-oleh sepeda titihan pak bupati Ponorogo

matur nuwun pak bupati dan rekan Ponorogo semua… buat foto barengnya dan sepedanya.

 

Perjalanan Solo-Ponorogo belum selesai. Sepulang dari alun-alun semua teman SOLO kembali ke rumah mas Guntur di Abimanyu. Sambil istrirahat dan menunggu waktu sholat dhuhur. Sepeda mulai dikemas dan dinaikkan ke bak belakang mobil.

 

hehehe mogok

hehehe mogok

 tariiiiiikkk maaaaang

tariiiiiikkk maaaaang

12.25 SOLO berpamitan dengan Mas Guntur sekeluarga. Rombongan SOLO bergerak menuju Solo dengan tambahan penumpang, Humber titihanipun pak Bupati Ponorogo. Berjalaaaaaaaaaaaaaaaaannnnn teruuuuuuuuuuuusssss. Kira-kira 10 km sebelum Purwantoro, tiba-tiba grek greeekkk greeekkkkk…. ada yang salah sama kendaraan… hehehehe musti ke bengkel terdekat deh dengan ditarik kendaraan ke Purwantoro.

 

bang, onderdilnya bisa diganti punya sepeda ga??

bang, onderdilnya bisa diganti punya sepeda ga??

Sampe akhirnya selepas Ashar mobil kembali bisa digeber ke Solo….Lumayan….. Akhirnya selamat sampai Solo.

Thanks Gusti Allah buat semuanya. Teman-teman semua yang membantu perjalanan SOLO ke Ponorogo kali ini yang tidak bia disebutkan satu-satu.

12 Responses to Perjalanan SOLO ke Ponorogo

  1. Salut mas, sungguh perjuangan yang membutuhkan pengorbanan, Tetapi kepuasan bisa mengikuti acara di Ponorogo dan mendapat oleh2 sepeda onthel (dari pak Bupati) mungkin bisa membayar semua itu. Salam kenal dari COC Tangerang

  2. solokomunitas says:

    thanks mas…jaya onthel indonesia…

  3. Yos AT says:

    gitu deh kalo emang dah niat dan demi hobby, semua rintangan insya’allah bisa di lewati, salam ya buat teman-2 SOLO dari kami KST Raya/OGB Palangka Raya..

  4. Andyt says:

    gile…seru banget, pakai acara mogok segala! Pick-up kalah sama onthel yang gak ada mogoknya.

  5. sahidnugroho says:

    Sahabat-sahabat SOLO layak disebut sebagai Onthelis Sejati. Memang lebih nikmat bila naik sepeda sendiri daripada pinjam atau sewa, meskipun harus dengan perjuangan. Good luck!

  6. yudhi tabalong ontel club says:

    buat para ontelis solo salam semua ya dari Tabalong ontel maniak… pulau borneo

  7. xk says:

    Sungguh menakjubkan perjuangannya, salam dari mojokerto mas….

  8. r11c says:

    Asyik banget deh pengalaman temen2 SOLO, salam dari kami Padang Unto Club ( P U C ).

  9. Teddy says:

    maju terus pantang mundur……..
    mogok dikit wajar lah….
    biar punya cerita jadi seru….
    btw makasih atas semua muanya …
    Past Tuhan Akan membalasnya…..
    Sukses dan Kompak Selalu Untuk SOLO

  10. thanks buat semangat dan suport dari teman-teman onthelis indonesia… hehehe buat pak teddy dan mas fahmy thanks udah mampir solo….

  11. pardicukup says:

    Kalau ke Ponorogo lagi, jangan lupa calling saya….
    Mudah-mudahan bisa nganter keliling Ponorogo.

    Salam Forum Ponorogo dan Paguyuban Ponorogo,

    Pardi

  12. dian@SOLO says:

    ok! kang pardi… next time bisa ketemuan… thx…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: