Cuma Dicuci, Ditawar Rp 3 Juta

Ditengah maraknya komunitas bersepeda seperti Bike To Work dan Mountain Biker, sepeda ontel atau sepeda antik tetap menjadi favorit beberapa warga Ibu Kota. Selain menjadi koleksi, barang bernilai tinggi dan bersejarah itu menjadi pilihan bertransportasi bagi kaum pehobi.

Jabrik, adalah salah satunya. kakek dua cucu ini bergabung dalam Komunitas Ontel Batavia (Koba), sebuah wadah pecinta sepeda ontel.  Organisasi ini turut serta dalam kegiatan “Aksi Hijau Senayan 2007”, Minggu (11/1).

Ketika bergabung di Koba pada tahun 2005, Jabrik tidak punya sepeda ontel. Tapi saat ini pria bernama asli Afiat Husni ini telah mengoleksi 26 sepeda tua.  Awalnya dia membeli sepeda  The Raleigh buatan Nottingham, Inggris tahun 1952 seharga  Rp 1 juta.

Pria  ini lantas mencuci sepeda itu di rumah. Saat sepeda itu dikayuh ke kawasan bundaran HI, seseorang menawar sepeda itu seharga Rp 3.000.000. Namun tawaran itu ditolaknya, dan sepeda itu pun masih dipakainya hingga kini. “Saya tidak mau jual sepeda, saya bukan pedagang,” katanya.

Hampir setiap hari, Pria yang mengaku gemar membaca Mesem Ye di harian Warta Kota ini mengayuh sepeda tuanya ke berbagai tempat. Kesehatan tubuhnya diakuinya didapat dari bersepeda. Beberapa tahun lalu, pria berjanggut panjang ini menderita kelumpuhan selama seminggu. Dia lantas berobat dengan metode akupunktur. Setelah kembali sehat dia lantas berlatih mengayuh sepeda di dalam rumah. “Siapa yang mau menjaga kesehatan selain diri kita sendiri?, Usia boleh tua tapi jangan nyusahin yang muda,” kata pria berusia 60-an tahun ini.

Namun mengayuh sepeda stationer dalam rumah membuatnya bosan, sehingga akhirnya dia memakai sepeda gunung untuk berolah raga. Saat bersepeda gunung lewat Bundaran HI, dia diledek oleh beberapa pesepeda ontel. Tak lama kemudian dia pun membeli sepeda ontel. Selain sepeda, warga kelurahan Sukabumi Selatan, Kebonjeruk, Jakarta Barat, ini juga mempunyai beberapa motor antik. Di antaranya BSA, Harley Davidson, Norton, Triumph dan lainnya.

Kolektor lima Harley ini menuturkan pengalamannya bersepeda di Bandung, Jawa Barat. Saat itu dia bersepeda ke Cimahi hingga Padalarang. “Tanjakannya luar biasa, teman-teman pada takut rantai putus. Tapi sepeda saya kuat, wong girnya sudah saya modifikasi jadi 18 speed,” katanya lagi.

Katanya, komunitas Koba selalu mengenakan pakaian adat saat berkumpul,  baik adat Jawa, Betawi, Madura, Bali, dan lainnya. Bahkan ada seorang anggota yang bertelanjang dada dan hanya mengenakan koteka, pakaian adat Papua. Mereka juga mempunyai seragam kemeja colat mirip pejuang perang kemerdekaan RI, lengkap dengan atributnya. Menurut Jabrik, ciri khas Koba tersebut adalah sikap melestarikan jati diri bangsa. “Gaya kita ini menggambarkan orang yang merdeka, kita jangan terpengaruh kebudayaan asing,” ujarnya.

Koba didirikan pada 19 Agustus 2005 dan kini mempunyai sekitar 200 anggota aktif. Mulai dari kakek-kakek hingga anak muda berumur 20-an tahun. Organisasi ini  juga mendukung penuh kegiatan penanaman pohon dalam “Aksi Hijau Senayan 2007” kemarin. Menurut mereka, selain menanam pohon, bersepeda juga merupakan aksi kepedulian kepada lingkungan lantaran tidak menambah polusi udara.  (m1)

sumber:

http://www2.kompas.com/ver1/metropolitan/0711/12/050754.htm

Senin, 12 November 2007 – 05:07 wib

6 Responses to Cuma Dicuci, Ditawar Rp 3 Juta

  1. samy says:

    Lha koq nda ada gambarnya mas…?

  2. dian@SOLO says:

    hehehe dari sumbernya emang ga ada gambarnya… kan cuma kliping…

  3. Ronny SOLO says:

    Emang betul, jangan kan udah dicuci, Milikku Belum diapa-apain bahkan belum nyampai rumah juga udah ditawar orang. dan untung! Tapi saya jawab Mboten disade Mas……

  4. areh says:

    Punya temen ada yang mau dikeluarin mas…..ada Fongers heren, simplex semua ukuran 60 ada 4sepeda onthel minat hub. 0811.343.3177

  5. zaenal says:

    kalau gak ada gambarnya itu berarti cuma bohong……

  6. paijo says:

    buat semua :

    sekali lagi hati2 dalam membeli sepeda atau bertransaksi….

    jangan jadikan sepeda sebagai alat penipuan atau hal-hal yang sifatnya negatif…

    karena beberapa tujuan kita bersepeda adalah juga untuk menjalin persaudaraan, termasuk juga membangun negara kita….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: