3R+1R

terkait tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini tulisan blog Sepeda Onthel Lawas Solo [SOLO] adalah seputar 3R+1R pada penggunaan sepeda. 3R yang sering kita dengar yaitu Reduce, Reuse, Recycle bisa jadi memiliki pemahaman yang sedikit berbeda dari kacamata sepeda tua.

Reduce, yang makna harafiahnya mengurangi kita artikan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya, kita kurangi pembakaran bahan bakar fosil atau yang lebih dikenal dengan BBM (Bahan Bakar Minyak) karena persediaan bahan bakar fosil yang tidak diperbaharui, perlu kita sikapi dengan cara menghemat penggunaannya.

Reuse, berarti memakai kembali. Jelas dengan memakai sepeda yang sudah ada sangat berarti untuk mengurangi energi untuk memproduksi sepeda baru, apalagi kendaraan baru yang membutuhkan material seperti mineral tambang atau juga bahan-bahan sintesis baru. dan tentu saja kita tahu arti mass-produk yang berarti akan diproduksi besar-besaran untuk mengejar nilai keuntungan produsennya. Jadi dengan menggunakan kembali sepeda-sepeda kita yang sudah ada di rumah, yang mungkin dulu milik orang tua, kakek, buyut kita sama artinya kita mengurangi eksploitasi dan pencemaran udara sebagai ekses produksi.

Recycle, untuk daur ulang. Kadang kita menemukan bagian-bagian sepeda di pasar “klithikan”, dan sepertinya hoby ini memang identik dengan penggemar sepeda tua. Rekonstruksi yang kita lakukan seperti halnya mendaur ulang sisa-sisa suku cadang sepeda untuk bisa dipakai dan di”goes” kembali. Justru kadang kita akan merekonstruuksi menjadi sepeda-sepeda sesuai selera kita menjadi sepeda yang unik, atau boleh jadi kita usahakan kembali seperti semula kondisi originalnya. Apapun aliran dan pilihannya, mendaur ulang sepeda dan menaikinya adalah jalan bijak untuk mencintai lingkungan kita.

dan satu lagi “R” yang sebenarnya tidak jauh dari tiga hal di atas. Repair, yang berarti memperbaiki. Dengan memperbaiki sepeda kita, tentu akan ikut menjaga ketahanan dan kenyamanan sepeda-sepeda kita. Dengan jalan ini juga kita akan semakin tahu sepeda kita, dan mencintainya… hehehehe… bisa jadi kita lebih cinta sepeda kita dari pada yang nunggu di rumah… waaaahh kalo yang ini jangan sampai terjadi deh. Lebih baik, dengan sepeda kita akan lebih mencintai yang di rumah dan tidak lupa lingkungan kita.

Hamemayu hayuning bhawana kanthi ngonthel…

Menjaga kelestarian bumi dengan bersepeda…

17 Responses to 3R+1R

  1. Ronny SOLO says:

    Naik sepeda memang hemat BBM,tapi apakah juga hemat sembakau? masalahnya abis ngenjot luaper buanget Broo……. Salam Onthel.

  2. setuju….!!!!habis ngontel bahan bakar nasi habis terkuras kudu di isi lagi..he…he…he…he…he

  3. aMK says:

    tapi….kalo jalan jalan ke klithikan cari pernak pernik sepeda biasanya LUPA MAKAN???

  4. dian says:

    secara ilmiah..wetetetetet….
    kita melihatnya dari kacamata jejak karbon…
    yang dihasilkan dengan bersepeda dibanding dengan kendaraan bermesin lainnya relatif jauh lebih sedikit
    apalagi yang dipakai onthel lawaaaaasssss….

  5. palang besi says:

    aMK, lebih baek ga makan asal nglithik, setujuuuuuuuuu

  6. rendra says:

    lebih baik makan sambil nglithik mas…………. ben ora salah pilih…hehehe

  7. palang besi says:

    bener banget p rendra, perut kalo kenyang semua jadi terang, tidak kunang-kunang, pokoknya … sikat blehhh

  8. aMK says:

    nglithik makan dulu??? kesrobot palang besi yang lebih sporadis dan agresif lah jurusnya.

    …tetep kagak makan Yeah,

  9. dian says:

    waduhh kalo yang jualan nasi melayani bapak-bapak ini bisa jadi ganti dagangan…sego kucing lawuh torpedo…sayur lodeh lawuh krecek sadel…gorengan berko…magnit bacem…es oli rem…

  10. aMK says:

    Masih Lanjut Makan????

    Habis Nglithik capek bawa rangsel, mampir rumahnya Mas Dian…
    Pertama Keluar dulu teh manis…(cleguk cleguk)
    Kedua sambil longak longok Mas Dian Keluar dari belakang…
    Yuk pada makan dulu yuk…mumpung waktunya makan
    jangan sungkan sungkan…(ehm)

    Berezzz Dehhh

  11. dian@SOLO says:

    monggo didhahar sadel goreng ipun…gudeg stang cakrak…

    unjukan ipun teh manis gendhis batu…

  12. Wah, kapan ya main ke SOLO lagi.
    Kami dari Jogja sudah kangen dengan sahabat onthel dari SOLO buat ngonthel mubeng nagari Surakartahadiningrat.
    Atau kalau Mas Dian mau buka “Warung Onthel” di Solo, kita siap hadir kok, he3x… Menunya pasti sangat special : Ayam goreng gazelle, pecel lele humber, wedang fongers dsb. Uenak tenan dan maknyusss…

  13. wongeres says:

    Saya doyannya paling sate Turangga sama Burgers aja Mas.🙂

  14. aluizeus says:

    artikelnya bagus sekali, ngonthel untuk selamatkan bumi

  15. aluizeus says:

    ijin copy paste ke webloh ku ya🙂 thx u

  16. yudhi Tabalong ontelo club says:

    BIAR BUMI TAMBAH IDJO CUYYYYYYYYYYYYYYYY

    VISSSSS PERDAMAIAN

  17. KALSEL says:

    WAHHHHHHHHHHHHH ARTIKEL YANG BAGUSSSSSSSSSSSSSSS

    MANTAPPPP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: