stay on pedals

stand alone

stand alone

setia

setia
solonese trafic 01
solonese trafic 01
solonese trafic 02, kalah cepet

solonese trafic 02, kalah cepet

keep movin

keep movin

get d light

get d light

at d gate 01

at d gate 01
at d gate 02

at d gate 02

at d gate 03

at d gate 03

shadow 03 @ alun-alun utara jogja

shadow 03 @ alun-alun utara jogja

11 Responses to stay on pedals

  1. Muhdie says:

    luaar biasa cepretan..mas

  2. sahidnugroho says:

    Memang susah motret sambil ngonthel, tapi justru gambar yang sedemikian rupa ini menunjukkan asyiknya ngonthel he..he..he..

  3. den bagus PODJOK says:

    Wah, asyik juga motret sambil ngonthel…
    Ini waktu perjalanan ke Jogja yaa…
    Night beautiful…

  4. rendra says:

    hasil jepretan yg mengasyikkan………. membuat kita hanyut dlm imajinasi….salam

  5. cecep says:

    aku harus banyak berguru denganmu boz..

  6. wong-cilik says:

    “Night Scene’ mode on….😀

  7. wongeres says:

    Sebenarnya ada cara lain, yaitu pedalnya dilepas, trus dijadikan ganjal tripod. Dijamin gambar lebih jernih, meskipun tetap berada di atas pedal. Hahaha… Bercanda Mas😀

  8. dian@SOLO says:

    hehehehe… boleh juga tuh pak…jadi judulnya diganti aja kali ya.. “stay on tripedals”, ato tricycle, ato “stay on becak”…

    ada cerita buat gambar kedua, ketika saya melihat seorang anak kecil yang tertidur di dalam keranjang, di belakang boncengan sepeda dan sang ibu mengayuh sepeda tuanya di dekat manahan solo, bisa jadi ibu tersebut hendak pulang ke rumah setelah bekerja. tapi sempat terharu juga melihat bagaimana anak2 tersebut tertidur dengan pulasnya di dalam keranjang.

    dan ga tau kenapa, saya lagi asyik dengan pengambilan gambar menggunakan pocket camera stel night mode, dan gbr2 seperti ini hasilnya…
    jadi ingat film YES-MAN….

  9. wongeres says:

    Mas Dian, bagi saya kamera hanyalah sarana untuk berbagi cerita, keindahan, atau kesan tertentu. Selama gambar yang dihasilkan mampu menambah bobot pesan yang mau kita sampaikan, ya asik saja Mas.

    Seorang teman, fotografer, memotret sudut-sudut kota Jogja, semuanya hanya menggunakan kamera handphone. Foto-foto itu lalu dikumpulkan dan dicetak menjadi sebuah buku. Hasilnya tetap asik banget lho.

  10. Ronny SOLO says:

    Hooh, ..Hooh, ..Hooh,.. Yes… Yes.. Yes… Demi eksistensi, gituloh Mas Dian. Kata pak Agus!

  11. dian@SOLO says:

    @pak ronyyyyyyyyyy…..

    ditunggu buat rapat…

    sabtu besok, malem minggu ….ngonthel nggih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: