Poerolaan 1930an – Windujenar Ngarsopura 2009

Dahulu jalan masuk Pura Mangkunegaran disebut dengan Poerolaa, dan juga dikenal dengan nama daerah Pasar Pon.

1936, Poerolaan, jalan menuju Pura Mangkunegaran yang ditumbuhi pepohonan yang rindang

1936, Poerolaan, jalan menuju Pura Mangkunegaran yang ditumbuhi pepohonan yang rindang

1938, Suasana Poerolaan sewaktu menyambut 40 tahun Ratu Wilhelmina

1938, Suasana Poerolaan sewaktu menyambut 40 tahun Ratu Wilhelmina

Dan sekarang, jalan Ronggowarsito ruas menuju Pura Mangkunegaran yang dulu juga dikenal dengan daerah Pasar Pon sekarang telah dirombak dan dijadikan ruang publik sekaligus pasar Windujenar yang menjual barang antik dan menyatu dengan penataan Pasar Ngarsapura yang menjual barang-barang elektronik pindahan pedagang dari Pasar Pon.

Tanggal 25 September 2009 lalu, diresmikanlah pasar Windujenar. Pasar sementara yang selama pemugaran Pasar Windujenar (Triwindu) berada di dalam kompleks Sriwedari diboyong dalam acara “Boyongan Pedagang Pasar Windujenar”.

Acara Boyongan yang juga diikuti Walikota Ir. Joko Widodo dan Wakil Walikota FX. Hadi Rudiyatmo yang selama kirab mengendarai kuda. Selain itu juga diikuti pawai jajaran pemerintah kota Surakarta, pawai sepeda dari Sepeda Onthel Lawas Solo [SOLO], serta boyongan pedagang yang membawa barang-barang dagangannya dengan berjalan kaki sepanjang jalan Slamet Riyadi dari kompleks Sriwedari menuju tempat “baru” mereka.

Walikota dan Wakil Walikota mengawali acara boyongan

Walikota dan Wakil Walikota mengawali acara boyongan

2009 Kirab "Boyongan Pedagang Pasar Windujenar" keluar dari kompleks Sriwedari

2009 Kirab "Boyongan Pedagang Pasar Windujenar" keluar dari kompleks Sriwedari

Kirab Budaya dalam Boyongan Windujenar

Kirab Budaya dalam Boyongan Windujenar

Sepeda Onthel Lawas Solo dalam Kirab Boyongan Pedagang Pasar Windujenar

Sepeda Onthel Lawas Solo dalam Kirab Boyongan Pedagang Pasar Windujenar

Cucuk Lampah Boyongan Pedagang Pasar Windujenar, "Cepet dapet momongan ya mas..."

Cucuk Lampah Boyongan Pedagang Pasar Windujenar, "Cepet dapet momongan ya mas..."

Menjajal ruang publik dan tongkrongan baru Ngarsapura-Windujenar

Menjajal ruang publik dan tongkrongan baru Ngarsapura-Windujenar

sumber foto: dari berbagai sumber dan koleksi pribadi

4 Responses to Poerolaan 1930an – Windujenar Ngarsopura 2009

  1. solokomunitas says:

    SELAMAT ATAS PERESMIAN PASAR WINDUJENAR DAN NGARSOPURA

  2. Ronny SOLO says:

    Acara tersebut juga di ikuti oleh saya dan istri saya, mohon dimengerti dan harap maklum, salam onthelis. SEPEDA ONTHEL LAWAS SOLO!……

  3. dian@SOLO says:

    @ pak RONY..
    kami sebagai keluarga besar Sepeda Onthel LAwas Solo sangat mengerti akan hal tersebut..sehingga kami sangat bisa memaklumi keberadaanya…

    tembusan : kepada istri pak Ronny…

  4. prayogo says:

    Solo masa lalu sebagai kota yang moncer diperbagai eventt, rasanya solo saat ini sudah hampir tenggelam. Terlihat dari berbagai event sepeda mestinya kalau dilihat dari sejarah solo merupakan gudang sepeda yang sangat terkenal namun tampak seperti event boyongan pasar Windujenar sepeda onthelnya hanya tampak beberapa glintir saja…hayo gebrrak acara tanggal 24-25 jangan sampai kalah rame dengan kota lain…..serbu SOLO.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: