sosialisasi Zona Selamat Sekolah [ZOSS] dan bersepeda ke sekolah

February 9, 2012
anak anak pun antusias dengan sepeda lawas anak anak

anak anak pun antusias dengan sepeda lawas anak anak

Untuk memberikan pendidikan dan menanamkan kedisiplinan dalam berlalu lintas sejak dini, Pemerintah Kota Surakarta dalam hal ini Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta melaksanakan Sosialisasi Zona Selamat Sekolah (ZOSS) di Al-Abidin International Islamic School, Kamis (9/2).

Acara ini menjadi lebih spesial karena selain dari Dishubkominfo, materi juga disampaikan oleh pegiat Komunitas Sepeda Onthel Lawas Solo. Murid-murid yang mengikuti sosialisasi ini berjumlah 128 anak. Mereka semua adalah murid kelas satu SDII Al-Abidin.

Materi yang disampaikan antara lain mengenai cara menyeberang yang baik, menggunakan pelican crossing, kewajiban menggunakan helm, dan lain-lain. Peserta juga diajak untuk kembali menggunakan sepeda dalam bersekolah. Sebab naik sepeda lebih aman, nyaman, sehat, keren,gaul, dan ikut mengurangi polusi udara.

Materi disampaikan dengan dua cara, teori di dalam ruangan dan praktek di luar ruangan. Setelah materi disampaikan di dalam ruangan, murid-murid diajak keluar untuk mengikuti materi di luar ruangan. Telah disiapkan matras yang menyerupai ZOSS. Dalam sesi ini, murid-murid diajak untuk mempraktekkan materi yang sebelumnya disampaikan.

praktik lapangan zona selamat sekolah oleh dishubkominfo Surakarta

Dalam materi sesi kedua ini, Zeta (Zebra Sahabat Kita) juga ikut menemani pemateri dalam memberikan pengertian dan pendidikan berlalu lintas. Bagi para murid yang diberi perntanyaan akan mendapatkan hadiah spesial dari Dishubkominfo Solo berupa tiket bus tingkat Werkudara.

sumber:
http://surakarta.go.id/id/content/sosialisasi.zoss.di.al.abidin.html

Advertisements

FONGERS “INTERNATIO” D-55 KADO ULTAH DARI NENEK

April 16, 2010

14 april 2010,
ada seorang teman kuliah, yang berulang tahun…

sehari setelahnya saya pun dapat kontak dari dia yang kurang lebih isinya, “Mas bantuin perbaiki sepeda dong, aku dapet kado sepeda dari nenek”.

dan setelah kulihat jeng….. jeng…..

sebuah sepeda fongers D55

penampakan utuh sepeda dames D55


emblem sepeda yang ini, bukan FONGERS, tapi INTERNATIO






hub roda depan F&S germany dengan 36 lubang jeruji



sisa transfer merk di mud guard belakang


nomor rangka 81790 (digit pertama agak kurang jelas)


peneng pajak sepeda Sukoharjo

Menurut cerita bapak teman saya, dulunya sepeda ini dibeli untuk adik beliau, setelah dipakai sekitar 2 bulan, sepeda ini mesti dibawa ke Semarang karena dipakai untuk berangkat sekolah. Setelah selesai sekolah, sepeda dibawa kembali ke Solo, lalu setelah itu disimpan di gudang 20 tahunan lebih. Dan seperti yang dilihat pada stiker peneng pajak sepeda, Fongers ini beredar di Solo, Sukoharjo dan Semarang. Waktu dibeli, Fongers ini memang tanpa kunci pengaman dan boncengan belakang dan yang menempel seperti terlihat di gambar adalah aksesoris yang dibeli sekian waktu setelah sepeda dibeli. Yang unik dari sepeda ini, emblem yang tertera di batang depan adalah emblem dengan tulisan INTERNATIO. Apakah ada teman-teman yang bisa menjelaskan hal ini?

Memang secara grade, D55 merupakan sepeda standart produk FONGERS tahun 1955an, tapi karena ini memiliki nilai sejarah bagi keluarganya. Dan dengan kondisi yang lumayan komplit, bolehlah…. Dan kata si empunya, akan digunakan beragkat ke kampus dari rumah, yang kurang lebih 45 menit perjalanan bersepeda.

Ini yang sangat diharapkan, kembalinya sepeda-sepeda yang masih tersimpan di gudang untuk kembali digunakan. Buat Lina, “Selamat ulang tahun dan kembali bersepeda…”