foto-foto “Ngonthel Ing Solo Gayeng 2012″ [02]

October 2, 2012

This slideshow requires JavaScript.

sumber : https://www.facebook.com/galeri.satuempatlima

Advertisements

old 2011 and new 2012 Solo Car Free Night

January 5, 2012

Solo Car Free Night, gebrakan baru pemerintah kota Surakarta menjadikan kota Solo ramah lingkungan dengan merayakan malam tahun baru dengan membebaskan koridor utama Slamet Ryadi dari kendaraan bermotor, yang akan digelar pada tiap tahun berikutnya.

Sinambung dengan Solo Car Free Day yang dilakukan tiap hari Minggu di kota Solo bertujuan memasyarakatkan ruang publik berupa jalan raya. memberi ruang bagi pejalan kaki, pesepeda, dan kendaraan non-motorized.

Sepeda Onthel Lawas Solo, merayakan lepas tahun 2011 dan menyambut tahun baru 2012 dengan bergembira bersama di depan Ruman Tahanan Gladag, titik tempat nongkrongnya rekan rekan Sepeda Onthel Lawas Solo yang dari awal diresmikannya Solo Car Free Day tahun 2010.

Selamat tahun baru 2012, semoga sukses selalu untuk rekan rekan. Menyongsong esok hari baru.

Salam kring kring….

photo courtesy : boocan.art


esok hari, haruskah kita pergi jauh untuk belajar???

September 24, 2011

memang tulisan ini saya sekedar copy paste dari tulisan yang diposting seorang kawan…
tapi perlu kita renungkan… sebelum semua terlambat… atau memang inikah kita??? yang hanya memikirkan hari ini, lalu bagaimana tentang esok hari??? silakan untuk mengcopy, re-post tulisan ini….

pit kebo memang punya daya tarik layaknya magnet. Bak barang antik pit kebo terus dan terus diburu baik untuk moda transportasi, koleksi, klangenan atau sebagai komoditi perdagangan.
Tidak bisa dipungkiri, pit kebo mempunyai sejarah yg panjang di negri ini, mulai di jaman penjajahan, pergerakan, kemerdekaan, orla, orba, hingga jaman reformasi skrg ini. Sebagai bagian dari sejarah pit kebo punya “hak” menjadi benda cagar budaya layaknya kraton, Loji Gandrung, Masjid Agung, Radya Pustaka, Mangkunegaran, Bank Indonesia dll.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa pit kebo dijual ke luar negri. Memang tidak ada larangan akan hal tersebut. Layaknya hukum dagang “ada permintaan pasti ada penawaran dan diikuti ada transaksi. Ekspor pit kebo memang menjanjikan keuntungan yg signifikan, sampai kapan?sampai pit kebo habis di negeri ini?sampai anak cucu kita hanya bisa mendengar pit kebo dari dongeng pengantar tidur tanpa mereka bisa mencolek, meraba kemudian menaiki dan dionthel? atau mereka tahu dari browsing lewat PC atau smartphone?atau ketika menyusun desertasi harus ke luar negri dulu sekedar mengamati pit kebo?
Bolehlah menganggap ekspor pit kebo sebagai isyu, tapi apakah rela kejadian-kejadian buruk masa lalu terulang lagi hingga mencoreng nama baik?
Lantas, siapakah yang patut menjaga kelestarian pit kebo?

(tulisan ini hanya sekedarnya aja laiknya coretan dinding yg setengah org nganggep vandalis)


SURO @ SOLO, NGIRING pit KEBO

December 10, 2010
kirab keluarga "Kyai Slamet" sebagai pusaka Keraton Surakarta

1. kirab keluarga "Kyai Slamet" sebagai pusaka Keraton Surakarta (sumber :http://siriou.wordpress.com/2009/12/)

Setiap malam 1 Suro yang menandai datangnya tahun baru Jawa, nyaris selalu dengan dibarengi dengan “Jamasan” (krama inggil), yang berarti memandikan, menyuci, membersihkan. Surakarta, selalu menjalankan tradisi jamasan pusaka yang secara urutan prosesi berupa pengambilan pusaka dari tempat penyimpanan, tirakatan, arak-arakan, jamasan. Keraton Surakarta memiliki pusaka unik berupa kerbau keluarga Kyai Slamet, yang selalu diarak juga dalam setiap prosesi jamasan Sura. Dalam prosesi jamasan ini diharapkan ke depan semoga mendapat keselamatan, perlindungan, ketenteraman.

bersama, sesepuh mengawali doa

2. bersama, sesepuh mengawali doa

prosesi jamasan

2. prosesi jamasan pit kebo

diamini bersama

3. diamini bersama

jamasan satu per satu onthel dari tetua kami

4. jamasan satu per satu onthel dari tetua kami

sepeda pusaka dari simbah dapat giliran dijamasi

5. sepeda pusaka dari simbah dapat giliran dijamasi, kalung kembang melati dan kanthil

Jamasan ala Sepeda Onthel Lawas Solo. Senin 6 Desember lalu, jamasan sepeda onthel dilakukan di tempat berkumpulnya keluarga SOLO di depan Balaikota. Tirakatan dimulai ketika dupa mulai disulut dan kembang setaman dituang ke dalam air sumur. Khidmat doa dipanjatkan masing-masing, dan dilanjut dengan memandikan sepeda dengan air kembang yang memang disediakan.

nggiring (pit) kebo, sebagai prosesi jamasan

6. nggiring (pit) kebo, sebagai prosesi jamasan

@ Gladag

7. @Gladag, dimana sifat keburukan ditanggalkan...

Bila jamasan pusaka Keraton mengarak Kerbau Kiai Slamet, maka kali ini kami menggiring “pit Kebo“, begitu masyarakat Solo mengebut sepeda onthel. arak-arakan sebagai salah satu prosesi, bersepeda berkeliling melewati jeron beteng Keraton Surakarta, Radjiman, Slamet Ryadi, Sudirman, dan kembali ke tempat dimulainya acara.

Semoga tahun berikutnya selalu tenteram, damai, diberkahi. Selamat tahun baru Jawa…

 

photo by : Rani Pratika (2-7 photos)